KEL.BESAR ABU ALIFA

KEL.BESAR ABU ALIFA

Rabu, 21 Mei 2014

MENGENAL SYI'AH ; SEJARAH, AJARAN, KEYAKINAN DAN PERKEMBANGANNYA DI INDONESIA (Bag-3)


PENGKHIANATAN DAN KEKEJAMAN SYI’AH

Sejak awal kemunculannya Syi’ah, yang menjadi target dan incaran mereka adalah ahlus-sunnah(sunni). Hal ini dilandasi oleh keyakinan yang mengkafirkan dan menghalalkan darah orang atau kelompok yang berada diluar mereka.

Dalam kitab wafayat al-A’yan (II/192), Ibnu Khalikan menceriterakan tentang seorang juru dakwah Syi’ah yang bernama Husain bin Ahmad bin Muhammad bin Zakariya ash-Shan’any, yang mempunyai julukan Abu Abdillah Asy-Syi’i saat masuk wilayah Afrika. Ia terus melakukan kegiatan dakwah disana hingga ia berhasil menguasainya.

Abu Abdillah Asy-Syi’I inilah yang berhasil meyakinkan kaum muslimin untuk menerima Abu Ubaidullah al-Qaddah sebagai imam dakwah, sehingga mereka membai’atnya. Lalu Ubaidullah ini menggelari dirinya sebagai al-Mahdi dan mendirikan daulah Ubaidiyah yang kemudian lebih dipopulerkan dengan sebutan Daulah Fathimiyyah. Padahal pada hakekatnya merupakan daulah yang beraliran kebathinan.

Diantara kejahatan yang dilakukan oleh Ubaidullah ini, suatu kali kudanya masuk kedalam masjid. Lalu rekan-rekannya ditanya tentang hal tersebut, mereka menjawab, “Sesungguhnya kencing dan kotoran kuda itu suci, sebab ia adalah tunggangan al-Mahdi. Pengurus masjid tersebut mengingkarinya ucapan tersebut. Maka reka-rekan Ubaidullah membawanya kehadapan al-Mahdi (Ubaidullah). Dan Akhirnya pengurus masjid itupun dibunuhnya. Ibnu Adzara berkata, “Sesungguhnya diakhir hayatnya Ubaidullah ditimpa sebuah penyakit yang sangat mengerikan yaitu adanya cacing yang keluar dari duburnya dan kemudian memakan kemaluannya. Begitulah keadaannya sampai kematian merenggutnya” (lihat Akhbar Muluk Bani Ubaid tulisan Ash-Shanhaji hal.96).

Abu Syamah (Al-Raudhatain fi akhbarial-Daulatain hal.201) berkomentar tentang sosok Ubaidullah ini dan mengatakan, “Ia adalah seorang zindik (kafir), dan merupakan musuh Islam. Menunjukkan diri sebagai Syi’ah dan berupaya keras untuk menghilangkan agama Islam. Ia banyak membunuh para fuqaha, ahli hadits, orang-orang shaleh. Diantara ulama yang mereka bunuh adalah Abu Bakar an-Nabilisi, Muhammad binal-Hubulli, juga Ibnu Khairun Abu ja’far Muhammad bin Khairun al-Mu’afiri.

Melalui rekaman sejarah yang telah dipaparkan oleh sebagian ulama, menyerahkan amanat dan kepemimpinan (jabatan) kepada kaum Syi’ah merupakan tindakan bunuh diri yang akan membahayakan umat (Islam). Karena sejarah telah membuktikan pengkhianatan yang mereka lakukan terhadap kaum muslimin, khususnya kepada Ahlus-sunnah (sunni).


TRAGEDI DAN TANAH KARBALA

Saat membicarakan peristiwa darah di Karbala, maka semua tertuju pada sosok Huseinbin Ali bin Abi Thalib sebagai syuhada dan pahlawan, sementara Yazid bin Mu’awiyah seolah  sebagai pembantai dan penghianat.       Bahkan bagi kaum Syi’ah tersebut dijadikan tonggak sejarah untuk membangkitkan dendam kesumat terhadap kekhalifahan Yazid. Benarkah tragedy Karbala yang terus-menerus dipropagandakan kaum Syi’ah merupakan tindakan khalifah Yazid bin Mu’awiyah terhadap Husain bin Ali bin Abi Thalib?

Sayyid Muhsin Al-Amin seorang ulama Syi’ah dalam bukunya A’yanus-Syi’ah (1 :34), menulis : “Saat Muslim bin Aqil, panglima tentara Husain bin Ali terbunuh, makaHusain menuntut para pendukungnya untuk memenuhi janji membela Al-Husain. Jika tidak, Husain akan meninggalkan Kufah, pulang ke Makkah. Ternyata kaun Syi’ah yang semula berjanji membela Husain, malah meninggalkannya. Mereka menentang dan menyerahkan Husain kepada musuh, sampai Husain terbunuh bersama beberapa keluarganya. Kemudian 20.000 orang Irak yang semula membai’at Husain ternyata mengkhianatinya bahkan melawannya. Mereka mengingkari bai’at yang dinyatakannya dan sekaligus membunuhnya.

Senada dengan pernyataan diatas, tokoh Syi’ah keturunan Yahudi Al-Ya’qubi dalam bukunya Tarikh al-Ya’qubi (1/235) menyatakan,“bahwa setelah penduduk Kufah berhasil membunuh Husain, mereka merampok hartanya, merampas wanita-wanita keluarganya dan memboyong mereka ke Kufah …”

Dari pernyataan atau pengakuan dua ulama besar Syi’ah, bias kita katakan bahwa tragedy Karbala merupakan drama pengkhianatan Syi’ah terhadap ahlul-bait. Dan untuk memanipulasi sejarah mereka menyelenggarakan peringatan tragedy tersebut dengan melakukan pemukulan badan atau penyiksaan diri. Hal inipun dilakukan bukan oleh para pemimpinnya atau kalangan tokoh-tokohnya, melainkan dilakukan oleh rakyat jelata.

Disamping itu untuk mengelabui, mereka jadikan tanah Karbala tempat gugurnya Husain sebagai tempat sangat disucikan. Bahkan tanah Karbala menurut Syi’ah lebih utama dari pada Ka’bah. Disebutkan dalam al-Bihar, dari Abi Abdullah, berkata, Sesungguhnya Allah menurunkan wahyunya kepada Ka’bah dengan mengatakan, “Jika bukan karena tanah Karbala, Aku tidak mengutamakanmu. Jika bukan imam yang bersemayam ditanah Karbala, Aku tidak menciptakanmu. Aku tidak menciptakan masjid yang engkau banggakan, diamlah kamujangan bertingkah, jadilah kamu tumpukan dosa, hina, yang dihinakan dan jangan sombong kepada tanah Karbala, jika tidak, Aku hempaskan kau ke neraka Jahannam..”


SYI’AH DARI MASA KE MASA

 Dibawah ini adalah ringkasan sejarah kelompok Rafidhah (sebutan yang diberikan para ulama terhadap aliran Syi’ah), kanker yang menggerogoti umat islam dan penyakit yang menular, dibawah ini merupakan sebagian dari peristiwa-peristiwa nyata dan penting yang pernah dilalui dalam sejarah mereka. Semoga ringkasan singkat ini mampu membuka pandangan mayoritas Ahlus Sunnah yang telah termakanisu dan slogan-slogan pendekatan antara Islam dan Rafidhah.

14 H.Pada tahun inilah pokok dan asas dari kebencian kaum Rafidhah terhadap Islamdan kaum muslimin, karena pada tahun ini meletus perang Qadisiyyah yangberakibat takluknya kerajaan Persia Majusi, nenek moyang kaum Rafidhah. Padawaktu itu kaum muslimin dibawah kepemimpinan Umar bin Khattab ra.
16 H. Kaum muslimin berhasil menaklukkan ibu kota kekaisaran Persia, Mada’in. Dengan inihancurlah kerajaan Persia. Kejadiaan ini masih disesali oleh kaum Rafidhahhingga saat ini.
23 H. Abu Lu’lu’ah Al-Majusi yang dijuluki Baba ‘Alauddin oleh kaum Rafidhah membunuh khalifah Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu. Dan ini merupakan salah satu simbol mereka dalam memusuhiIslam.
34 H.Munculnya Abdullah bin saba’, si yahudi dari yaman yang dijuluki Ibnu Sauda’ berpura-pura masuk Islam, tapi menyembunyikan kekafiran dalam hatinya. Dia menggalang kekuatan dan melancarkan provokasi melawan khalifah ketiga Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu hingga khalifah tersebut dibunuh oleh para pemberontak karena fitnah yang dilancarkan oleh Ibnu Sauda’ (Abdullah bin Saba’) pada tahun 35 H. Keyakinan yang diserukan oleh Abdullah bin Saba’ ini berasal dari pokok-pokok ajaran Yahudi, Nasrani dan Majusi yaitu menuhankan Alibin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, wasiat, raj’ah, wilayah, keimamahan, bada’dan lain-lain.
36 H.Malam sebelum terjadinya perang Jamal, kedua belah pihak telah sepakat untuk berdamai. Mereka bermalam dengan sebaik-baik malam sementara Abdullah bin Saba’beserta pengikutnya bermalam dengan penuh kedongkolan. Lalu dia membuat provokasi kepada kedua belah pihak hingga terjadilah fitnah seperti yang diinginkan oleh Ibnu Saba’. Pada masa kekhilafahan Ali bin Abi Thalib, kelompok Abdullah bin Saba’ datang kepada Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu seraya berkata, “Kamulah, kamulah!!” Ali bin Abi Thalib menjawab: “Siapakah saya?”,mereka berkata: “Kamulah sang pencipta!”, lalu Ali bin Abi Thalib menyuruh mereka untuk bertaubat tapi mereka menolak. Kemudian Ali bin Abi Thalib menyalakan api dan membakar mereka.
41 H.Tahun ini adalah tahun yang paling dibenci oleh kaum Rafidhah karena tahun ini dinamakan tahun jama’ah (tahun persatuan) kaum muslimin dibawah pimpinan sang penulis wahyu, khalifah Mu’awiyah bin Abi Sufyan Radhiyallahu ‘anhu, dimana Hasan bin Ali bin Abi Thalib menyerahkan kekhilafahan kepada Mu’awiyah. Maka dengan ini surutlah tipu daya kaum Rafidhah.
61 H. Pada tahun ini Husein bin Ali Radhiyallahu ‘anhu terbunuh di karbala yaitu pada harike-10 bulan muharram setelah ditinggalkan oleh para penolongnya dan diserahkan kepada pembunuhnya.
260H. Hasan Al-Askari meninggal dunia, namun kaum Rafidhah menyangka bahwa imam ke-12 yang ditunggu-tunggu (Muhammad bin Al-Hasan Al-Askari) telah bersembunyi di sebuah sirdab (ruang bawah tanah) di samurra’ dan akan kembali lagi ke dunia.
277H. Munculnya gerakan Al-Qaramithah beraliran Rafidhah didaerah kufah dibawah kendali Hamdan bin Asy’ats yang dikenal dengan julukan Qirmith.
278H. Munculnya gerakan Al-Qaramithah beraliran Rafidhah didaerah Bahrain dan Ahsa’ yang dipelopori oleh Abu Sa’id Al-Janabi.
280H. Munculnya kerajaan Zaidiyah beraliran Rafidhah diSha’dah dan Shan’a daerah Yaman, dibawah kepemimpinan Al-Husein bin Al-QasimAr-Rasiy.
297H. Munculnya kerajaan Ubaidiyin di Mesir dan Maghrib (Maroko) yang didirikan oleh Ubaidillah bin Muhammad Al-Mahdi.
317 H. AbuThahir Ar-Rafidhi Al-Qurmuthi sampai dan memasuki kota Mekah pada hari tarwiyah (8 Dzulhijjah) lalu membunuh para jamaah haji di masjidil Haram serta mencongkel hajar Aswad dan membawanya ke tempat ibadah mereka di Ahsa’. Dan hajar Aswad itu berada disana sampai tahun 355 H. Kerajaan mereka tetap eksis diAhsa’ hingga tahun 466 H. Pada tahun ini berdirilah kerajaan Hamdaniyah di Mousul dan Halab kemudian tumbang pada tahun 394 H.
329H. Pada tahun ini Allah telah menghinakan kaum Rafidhah karena pada tahun ini dimulailah Ghaibah Al-Kubra atau menghilang selamanya.Menurut mereka, imam Rafidhah yang ke-12 telah menulis surat dan sampai kepadamereka yang bunyinya: “Telah dimulailah masa menghilangku dan aku tidak akan kembali sampai masa yang diizinkan oleh Allah, maka barangsiapa yang mengatakan bahwa dia telah berjumpa denganku maka dia adalah pendusta dan telah tertipu.”Semua ini mereka lakukan dengan tujuan menghindari akan banyaknya pertanyaan orang-orang awam kepada ulama mereka tentang keterlambatan Imam Mahdi keluar dari persembunyiannya.
320-334H. Munculnya kerajaan Buwaihiyah beraliran Rafidhah didaerah Dailam yang didirikan oleh Buwaih bin Syuja’. Mereka membuat kerusakan-kerusakan di kota Baghdad, Iraq, sehingga orang-orang bodoh pada masa itu mulai berani memaki-maki para Sahabat Radhiyallahu ‘anhum.
339H. Hajar Aswad dikembalikan ke Mekkah atas rekomendasi dari pemerintahan Ubaidiyah di mesir.
352 H.Pemerintahan Buwaihiyun mengeluarkan peraturan untuk menutup pasar-pasar pada tanggal 10 muharram dan meliburkan semua kegiatan jual beli. Lalu para wanitakeluar rumah tanpa mengenakan jilbab dengan memukul-mukul diri mereka dipasar-pasar. Pada saat itulah pertama kali dalam sejarah diadakan perayaan kesedihan atas meninggalnya Husein bin Ali bin Abi Thalib.
358H. Kaum Ubaidiyun beraliran Rafidhah menguasai Mesir. Salah satu pemimpinya yang terkenal adalah Al-Hakim Biamrillah yang mengklaim dirinya sebagai Tuhan dan menyeru kepada ajaran reinkarnasi. Dengan runtuhnya kerajaan ini pada tahun 568 H muncullah gerakan Druz yang berfaham kebatinan.
402H. Keluarnya pernyataan kebatilan nasab Fatimah yang digembar-gemborkan oleh penguasa kerajaan Ubaidiyah di Mesir dan menjelaskan ajaran mereka yang sesat dan mereka adalah zindiq dan telah dihukumi kafir oleh seluruh ulama’ kaum muslimin.
408H. Penguasa kerajaan Ubaidiyah di Mesir yang bernamaAl-Hakim Biamrillah mengklaim bahwa dirinya adalah Tuhan. Salah satu dari kehinaannya adalah dia berniat untuk memindahkan kubur Nabi Sallallahu ‘AlaihiWasallam dari kota madinah ke mesir sebanyak 2 kali. Yang pertama adalah ketika dia disuruh oleh beberapa orang zindik untuk memindahkan jasad Nabi SallallahuAlaihi Wasallam ke Mesir. Lalu dia membangun bangunan yang megah dan menyuruh Abul Fatuh untuk membongkar kubur Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam lalu masyarakat tidak rela dan memberontak sehingga membuat dia mengurungkan niatnya. Yang kedua ketika mengutus beberapa orang untuk membongkar kuburan Nabi. Utusan ini tinggal didekat mesjid dan membuat lobang menuju kubur Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam. Lalu makar itupun ketahuan dan utusan tersebut dibunuh.
483H. Munculnya gerakan Al-Hasyasyin yang menyeru kepada kerajaan Ubaidiyah berfaham Rafidhah di Mesir didirikan oleh Al-Hasan As-Shabah yang berketurunan darah persia. Dia memulai dakwahnya di wilayah persia tahun 473 H.
500H. Penguasa Ubaidiyun membangun sebuah bangunan yang megahdi Mesir dan diberi nama mahkota Al-Husein. Mereka menyangka bahwa kepalaHusein bin Ali bin Abi Thalib dikuburkan di sana. Hingga saat ini banyak kaumRafidhah yan pergi berhaji ke tempat tersebut. Kita bersyukur kepada Allah atasnikmat akal yang diberikan kepada kita.
656H. Penghianatan besar yang dilakukan oleh Rafidhah pimpinanNasiruddin At-Thusi dan Ibnul Alqomi yang bersekongkol dengan kaum Tartar Mongolia sehingga kaum Tartar masuk ke Baghdad dan membunuh lebih dari 2 juta muslim dan membunuh sejumlah besar dari Bani Hasyim yang seolah-olah dicintaioleh kaum Rafidhah. Pada tahun yang sama muncullah kelompok Nushairiyah yang didirikan oleh Muhammad bin Nusair berfaham Rafidhah Imamiyah.
907H. Berdirinya kerajaan Shafawiyah di Iran yang didirikan oleh Syah Ismail bin Haidar Al-Shafawi yang juga seorang Rafidhah. Dia telahmembunuh hampir 2 juta muslim yang menolak memeluk madzhab Rafidhah. Pada saat masuk ke Baghdad dia memaki-maki Khulafa’ Rasyidin di depan umum dan membunuh siapa saja yang tidak mau memeluk madzhab Rafidhah. Tak ketinggalan pula diamembongkar banyak kuburan orang-orang Sunni (Ahlus Sunnah) seperti kuburan ImamAbu Hanifah.
Termasuk peristiwa penting yang terjadi pada masa kerajaan Shafawiyah adalah ketika Shah Abbas berhaji ke Masyhad untuk menandingi dan memalingkan orang-orang yang melakukan haji ke Mekah. Pada tahun yang sama Shadruddin Al-Syirazi memulai dakwahnya kepada madzhab Baha’iyah. Mirza Ali Muhammad Al-Syirazi mengatakan bahwa Allah telah masuk ke dalam dirinya, setelah mati dia digantikan oleh muridnya Baha’ullah. Sementara itu di India muncul kelompok Qadiyaniyahpimpinan Mirza Ghulam Ahmad yang mengatakan bahwa dirinya ialah Nabi dankeyakinan-keyakinan lainnya yang batil. Kerajaan Safawiyah berakhir pada tahun1149 H.
1218H. Seorang Rafidhah dari Irak datang ke daerah Dar’iyah diNajd dan menampakkan kesalehan serta kezuhudannya. Pada suatu hari, dia shalat di belakang Imam Muhammad bin Su’ud lalu diapun membunuhnya ketika sedang sujud dalam shalat Ashar dengan menggunakan belati yang disembunyikan dan telah dipersiapkannya. Semoga Allah memerangi kaum Rafidhah para pengkhianat.
1289H. Pada tahun ini buku Fashlul Khitab fi Itsbati Tahrifi Kitabi Rabbil Arbab (kalimat penjelas bahwa kitab Allah telah diselewengkan dandiubah) karangan Mirza Husain bin Muhammad An-Nuri At-Thibrisi. Kitab inimemuat pendapat dan klaim-klaim Rafidhah bahwasanya Al-Qur’an yang ada saat initelah diselewengkan, dikurangi dan ditambah.
1366H. Sebuah majalah Rafidhah dengan nama Birajmil Islamterbit dengan memuat syair-syair yang mengutamakan tanah karbala atas Mekkah Al-Mukarramah.
Iakarbala tanah membentang, thawaflah tujuh kali pada tempat kediamannya,
Tanah mekkah tak memiliki keistimewaan dibanding keistimewaannya,
Sebongkah tanah, meski hamparan gersang adanya,
Mendekat dan mengangguk-angguk bagian atasnya kepada bagian yang dibawahnya.
1389H. Khomeini menulis buku Wilayatul faqih dan Al-HukumahAl-Islamiyah. Sebagian kekafiran yang ada pada buku tersebut (Al-HukumahAl-Islamiyah, hal. 35) : Khomeini berkata bahwa termasuk keyakinan pokok dalammadzhab kami adalah bahwa para imam kami memiliki posisi yang tidak dapatdicapai oleh para malaikat dan para Nabi sekalipun.
1399H. Berdirinya pemerintahan Rafidhah di Iran yang didirikanoleh penghianat besar Khomeini setelah berhasil menumbangkan pemerintahan Syahdi Iran. Ciri khas negara Syi’ah Iran ini adalah mengadakan demonstrasi dantindakan anarkis atas nama revolusi Islam di tanah suci Mekah pada hari muliayaitu musim haji pada setiap tahun.
1400H. Khomeini menyampaikan pidatonya pada peringatan lahirnyaImam Mahdi fiktif mereka pada tanggal 15 sya’ban. Sebagian pidatonya berbunyidemikian : “Para Nabi diutus Allah untuk menanamkan prinsip keadilan di mukabumi tapi mereka tidak berhasil, bahkan Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam yangdiutus untuk memperbaiki kemanusiaan dan menanamkan prinsip keadilan tidakberhasil.. yang akan berhasil dalam misi itu dan menegakkan keadilan di mukabumi serta dapat meluruskan segala penyimpangan adalah Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu….”Begitulah menurut Khomeini para Nabi telah gagal, termasuk Nabi MuhammadSallallahu ‘Alaihi Wasallam sementara revolusi kafirnya dianggapnya sebagai suatukeberhasilan dan keadilan.
1407H. Jamaah haji iran mengadakan demonstari besar-besaran dikota Mekah pada hari jum’at di musim haji tahun 1407 H. Mereka melakukan tindakan perusakan di kota Mekah sepertiyang telah dilakukan oleh nenek moyang mereka kaum Al-Qaramithah, merekamembunuh beberapa orang aparat keamanan dan jamaah haji, merusak dan membakartoko, menghancurkan dan membakar mobil-mobil beserta mereka yang ada didalamnya. Jumah korban saat itu mencapai 402 orang tewas, 85 dari mereka adalahaparat keamanan dan penduduk Saudi.
1408H. Mu’tamar Islam yang diadakan oleh Liga Dunia Islam diMekah mengumumkan fatwa bahwa Khomeini telah kafir.
1409H. Pada musim haji tahun ini kaum Rafidhah meledakkanbeberapa tempat di sekitar Masjidil Haram di kota Mekah. Mereka meledakkan bomitu tepat pada tanggal 7 Dzulhijjah dan mengakibatkan tewasnya seorang jamaahhaji dari Pakistan dan melukai 16 orang lainnya serta mengakibatkan kerusakanmateri yang begitu besar. 16 pelaku insiden itu berhasil ditangkap dan dijatuhihukuman mati pada tahun 1410 H.
1410H. Khomeini meninggal dunia, semoga Allah memberinyabalasan yang setimpal. Kaum Rafidhah membangun sebuah bangunan diataskuburannya yang menyerupai ka’bah di Mekah,
Dan akansenantiasa terus berulang sejarah tentang peristiwa dan pengkhianatan merekadengan tujuan menghancurkan islam dan melemahkan kita kaum muslimin,
               

PERBEDAAN MENDASAR  ANTARA SUNNI-SYI’AH

Banyak yang menyangka dan berpendapat bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah (sunni) dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) atau Syi’ah Rafidhah dianggap sekedar dalam masalah khilafiyah Furu’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan PERSIS atau Muhammadiyah, antara Madzhab Safi’i dengan Madzhab Maliki.
Karenanyadengan adanya “ribut-ribut” masalah Sunni dengan Syiah, mereka berpendapat agarperbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Selanjutnya merekaberharap, apabila antara NU dengan Muhammadiyah sekarang bisa diadakanpendekatan-pendekatan demi Ukhuwah Islamiyah, lalu mengapa antara Syiah danSunni tidak dilakukan ?.

Oleh karena itu,disaat Muslimin bangun melawan serangan Syiah, mereka menjadi penonton dantidak ikut berkiprah. Apa yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakanminimnya pengetahuan mereka mengenai aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah(Ja’fariyah). Sehingga apa yang mereka sampaikan hanya terbatas pada apa yangmereka ketahui.

Semua itudikarenakan kurangnya informasi pada mereka, akan hakikat ajaran Syiah ImamiyahItsna Asyariyah (Ja’fariyah). Disamping kebiasaan berkomentar, sebelum memahamipersoalan yang sebenarnya. Sedangkan apa yang mereka kuasai, hanya bersumberdari tokoh-tokoh Syiah yang sering berkata bahwa perbedaan Sunni dengan Syiahseperti perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i.

Padahal perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i, hanya dalam masalahFuru’iyah saja. Sedang perbedaan antara Sunni dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (baca : Islam dan Syi’ah) maka perbedaan-perbedaannya disamping dalamFuruu’ juga dalam Ushuul.

Rukun Iman mereka berbeda dengan rukun Iman kita, rukun Islamnya juga berbeda, begitu pula kitab-kitab hadistnya juga berbeda, bahkan sesuai pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur'an mereka juga berbeda dengan Al-Qur'an kita(Ahlussunnah).

Apabila ada dari ulama mereka yang pura-pura(taqiyah) mengatakan bahwa Al-Qur'annya sama, maka dalam menafsirkan ayat-ayatnya sangat berbeda dan berlainan.
Sehingga tepatlah apabila ulama-ulama sunni mengatakan : Bahwa Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) adalah satu agama tersendiri.

Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan sebagian dari perbedaan antara aqidah Sunni dengan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah(Ja’fariyah).

Sunni : Rukun Islam kita ada 5 (lima)
a)      Syahadatain
b)      As-Sholah
c)      As-Shoum
d)      Az-Zakah
e)      Al-Haj
Syi’ah : Rukun Islam Syiah juga ada 5 (lima) tapi berbeda:
a)      As-Sholah
b)      As-Shoum
c)      Az-Zakah
d)      Al-Haj
e)      Al wilayah

Sunni : Rukun Iman ada 6 (enam) :
a)      Iman kepadaAllah
b)      Iman kepadaMalaikat-malaikat Nya
c)      Iman kepadaKitab-kitab Nya
d)      Iman kepadaRasul Nya
e)      Iman kepadaYaumil Akhir / hari kiamat
f)       Imankepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.
Syi’ah : Rukun Iman Syiah ada 5 (lima)*
a)      At-Tauhid
b)      An Nubuwwah
c)      Al Imamah
d)      Al Adlu
e)      Al Ma’ad

Sunni : Dua kalimat syahadat
Syiah : Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laailahaillallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah dengan menyebutimam mereka.

Sunni : Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman.Adapun jumlah imam-imam sunni tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampaihari kiamat.
Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas(12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.
Syi’ah  : Percaya kepada dua belas imam-imam mereka,termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belasimam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiahdianggap kafir dan akan masuk neraka.

Sunni  : Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah :
a)      Abu Bakar
b)      Umar
c)      Utsman
d)      AliRadhiallahu anhum
Syiah : Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakuioleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib(padahal Imam Ali sendiri membai'at dan mengakui kekhalifahan mereka). 

Sunni  : Khalifah (Imam) adalah manusia biasa, yang tidakmempunyai sifat Ma’shum.
Syi’ah  : Para imam yang jumlahnya dua belas tersebutmempunyai sifat Ma'’hum, seperti para Nabi.

Sunni  : Dilarang mencaci-maki para sahabat.
Syi’ah : Mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa bahkan Syiahberkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadimurtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabatmembai'at  Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.

Sunni  :  Siti Aisyah dan Siti Hafshah istriRasulullah saw sangat dihormati dan dicintai. Beliau adalah Ummul Mu’minin.
Syi’ah : Siti Aisyah dan Siti Hafshah dicaci-maki, difitnah,bahkan dikafirkan.

Sunni  : Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran danrujukan sunni adalah Kutubus-sittah :
a)      Bukhari
b)      Muslim
c)      Abu Daud
d)      Turmudzi
e)      Ibnu Majah
f)       AnNasa’i
Syi’ah : Kitab-kitab utama Syi’ah ada empat :
a)      Al Kaafi
b)      Al Istibshor
c)      Man Laa YahDhuruhu Al Faqih
d)      Att Tahdziib(lihat kitab rujukan Syi’ah) 

Sunni : Al-Qur'an tetap orisinil
Syi’ah : Al-Qur'an yang ada sekarang ini menurut pengakuan ulamaSyiah tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan ditambah).

Sunni : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepadaAllah dan Rasul Nya. Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taatkepada Allah dan Rasul Nya.
Syi’ah  : Surgadiperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orangtersebut tidak taat kepada Rasulullah. Neraka diperuntukkan bagi orang-orangyang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah.

Sunni : Aqidah Raj’ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah adalah besok diakhir zaman sebelumkiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan balasdendam kepada musuh-musuhnya.
Syi’ah : Raj’ah adalah salah satu aqidah Syiah. Dimana diceritakan: bahwa nanti diakhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya.Kemudian dia pergi ke Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, SitiFatimah serta Ahlul Bait yang lain.
Setelah mereka semuanya bai'at kepadanya,diapun selanjutnya membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orangtersebut disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai ribuan kali. Sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait.

Sunni: Tanah suci adalah Mekkah dan Medinah (al-haramain)
Syi’ah: Tanah suci adalah Kufah, Karbala dan Qum

Sunni  : Mut’ah (kawinkontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram.
Syi’ah : Mut’ah sangat dianjurkan dan hukumnya halal. HalalnyaMut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agarmasuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin AbiThalib.

Sunni : Khamer/ arak tidak suci.
Syi’ah : Khamer/ arak suci.

Sunni : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidaksuci.
Syi’ah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap sucidan mensucikan.

Sunni :  Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangankiri hukumnya sunnah.
Syi’ah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kirimembatalkan shalat.

Sunni  : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalatadalah sunnah.
Syi’ah : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalatdianggap tidak sah/ batal shalatnya.

Sunni : Shalat jama’ diperbolehkan bagi orang yang bepergian danbagi orang yang mempunyai udzur syar’i.
Syi’ah : Shalat jama’ diperbolehkan walaupun tanpa alasan apapun.

Sunni :Shalat jum’at wajib
Syi’ah: Shalat jum’at haram karena ketiadaan imam (ghaibah),sampai kemunculannya

Sunni : Shalat Dhuha disunnahkan.
Syi’ah : Shalat Dhuhatidak dibenarkan.

Sunni :Ada iddah bagi istri (baik di thalaq atau ditinggal mati suaminya)
Syi’ah : Tidak ada Iddah

Sunni :Shalat jenazah wajib wudhu (tanpa wudhu/bersuci tidak sah)
Syi’ah :Boleh shalat jenazah tanpa wudhu (bersuci)

Sunni: Shalat dua hari raya sunnat mu’akkadah
Syi’ah: Shalat dua hari raya wajib

Sunni :Shalat gerhana (khusuf/kusuf) sunnat
Syi’ah :Shalat gerhana (khusuf/kusuf) wajib

Sunni :Tidak ada surat al-Wilayah dalam Al-Quran
Syi’ah :al-Wilayah salah satu surat dalam Al-Quran     

Dan masih banyak lagi diantara perbedaan  baik dalam masalah ushul maupun furu’.

Bersambung ...>>>>

MENGENAL SYI'AH ; SEJARAH, AJARAN, KEYAKINAN DAN PERKEMBANGANNYA DI INDONESIA (Bag-2)



SEKTE-SEKTE SYI’AH

Menurut Murtadha Muthahari (ulama Syi’ah) bahwa “Ali bin Abi Thalib adalah shahabat Nabi seperti Abu Bakar, Umar bin Khathab, Usmanbin Affan dan yang lainnya. Tetapi Ali lebih berhak, lebih terdidik, lebih shaleh dan lebih berkemampuan ketimbang para shahabat lainnya, dan bahwa Nabisudah merencanakannya sebagai pengganti beliau. Kaum Syi’ah meyakini Ali dan keturunannya sebagai imam yang berhak atas kepemimpinan politis dan otoritas keagamaan”. Dengan demikian mereka meyakini bahwa yang berhak atas otoritas spiritual dan politis dalam komunitas Islam pasca Nabi saw adalah Ali dan keturunannya.

An-Nubakhti merinci perpecahan dikalangan Syi’ah.
A.  Setelah Ali wafat, Syiah terpecahmenjadi 3 kelompok :
1.  Kelompok yang berpendapat Ali tidak mati terbunuh, dan tidak akan mati sehingga iaberhasil memenuhi bumi dengan keadilan. Inilah kelompok Ghuluw (ekstrem)pertama. Kelompok ini disebut Syiah Sabaiyyah pimpinanAbdullah bin Saba.
2. Kelompok yang berpendapat bahwa Ali memang wafat dan imam sesudahnya adalah putranya,Muhammad Al-Hanafiyah, sebab dia (bukan Hasan atau Husein) yang dipercayamembawa panji ayahnya Ali dalam peperangan di Basrah. Kelompok inidisebut Al-Kaisaniyyah. Mereka mengkafirkan siapapun yangmelangkahi Ali dalam Imamah, juga mengkafirkan Ahlus-Shiffin,Ahlul-Jamal. Tokoh kelompok ini Al-Mukhtar bin Abi Ubaid Ats-Tsaqafi, iamengaku bahwa Jibril pernah menurunkan wahyu kepadanya.
3. Kelompokketiga berkeyakinan bahwa Ali memang wafat, dan imam sesudahnya adalahputeranya, Al-Hasan. Ketika kemudian Al-Hasan menyerahkan khilafah kepadaMuawiyah bin Abi Sufyan, mereka memindahkan imamah kepada Al-Husein. Sebagianmereka mencela Al-Hasan, bahkan Al-Jarrah bin Sinan al-Anshari pernahmenuduhnya sebagai musyrik dan membacok pahanya dengan pedang. Tetapi sebagianSyiah berpendapat bahwa sesudah wafat Al-Hasan, yang berhak jadi imam adalahAl-Hasan bin Al-Hasan yang bergelar Ar-Ridha.

B. Sesudah syahidnya Al-Husein ra dalamperistiwa Karbala, dimana beliau diundang oleh penduduk Kufah yang mengakudiri sebagai Syiahnya dan mereka mengaku mempunyai belasan ribu orang yang siapmembela Husein. Tapi ternyata ketika Husein dikepung oleh pasukan Ubaidillah biZiyad di Karbala tak satupun orang yang tadinya mengundang beliau tampilmembelanya, tapi justru cuci tangan, sehingga menyebabkan syahidnya ImamHusein. Seperti dikisahkan sejarawan Syiah, al-Mas’udi, Husein sebelum syahidbahkan sempat berdo’a : Ya Allah turunkanlah keputusan-Muatas kami dan atas orang-orang yang telah mengundang kami, dengan dalih merekaakan mendukung kami, tapi kini ternyata mereka membunuhi kami. (Tarikhal-Mas’udi 2 : 71). Adapun yang ikut syahid bersama Al-Husein dalam peristiwaini : Putera-putera Ali bin Abi Thalib yang bernama Abu Bakar, Utsman danAbbas; Putera Al-Hasan bin Ali yakni Abu Bakar; dan putera Al-Husein bin Aliyakni Ali Al-Akbar bin Husein. Sehingga ketika jenazah Husein besertakeluarganya yang masih hidup dibawa ke Kufah dan ditangisi oleh penduduk Kufah,Ali Al-Asghar bin Husein Zainal Abidin berkomentar : Mereka menangisikami, padahal mereka sendiri yang telah membunuhi kami. (Tarikh al-Ya’qubi2 : 245; Al-Ihtijaj 2 : 291)

Pada periode sesudah wafatnya Al-Husein, Syiah terpecahlagi emnjadi beberapa golongan :
1. Kelompok-kelompokyang mengakui bahwa sesudah wafatnya Husein, imamah berlanjut ke putera Aliyang lain, yaitu Muhammad Al-Hanafiyah. Mereka-pun terpecah, ada yangberkeyakinan bahwa Muhammad Al-Hanafiyah yang disebut oleh mereka sebagaiAl-Mahdi tidak pernah meninggal. Sebagian menyatakan meninggal dan pelanjutnyaadalah puteranya Abu Hasyim, kelompok ini disebut Al-Hasyimiyah.Setelah itu mereka pecah lagi, ada yang berkeyakinan bahwa Abu Hasyim berwasiatkepada Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib untuk menjadiimam. Kelompok ini disebut Syiah Ar-Rawandiyah.
2. Kelompokyang mengakui bahwa sesudah wafatnya Husein, Imamah dilanjutkan oleh puteranyayang masih hidup, Ali al-Ashgar Zainal Abidin, dari ibunya bernama Jihansyah,puteri kaisar Persia Yazdajird bin Syahriyar.
3. Kelompokyang meyakini bahwa setelah syahidnya Husein, Imamah telah selesai/terputus.Sebab menurut mereka yang disebut namanya oleh Rasulullah saw sebagaiAhlul-Bait beliau hanyalah tiga orang saja, yaitu Ali, Hasan dan Husein.
4. Kelompokyang berkeyakinan bahwa sesudah wafatnya Husein, Imamah hanya bisa dilanjutkanoleh keturunan Hasan dan Husein. Siapapun diantara mereka yang mengklaimsebagai imam, maka mereka adalah imam yang wajib ditaati. Barangsiapa yanglalai melakukannya, maka ia kafir. Kelompok ini disebut As-Sarhubiyah.

C.Sesudah wafatnya Ali Zainal Abidin, muncul kelompok Syiah antara lain :
1. Az-Zaidiyah,pengikut Zaid bin Ali bin Husein yang meyakini bahwa sekalipun Ali bin AbiThalib lebih utama dari Abu Bakar dan Umar, tetapi khilafah keduanya sah.Mereka juga berkeyakinan bahwa imamah dapat diraih oleh siapapun dari keturunanNabi Muhammad saw apabila mereka memenuhi persyaratan dan bisamemperjuangkannya. Sepeninggal Zaid, kelompok ini dipimpin olehputera-puteranya : Yahya dan Isa.
2. Kelompokyang meyakini bahwa imamah sesudah Ali Zainal Abidin adalah puteranya, MuhammadAl-Baqir.

D.Sesudah wafatnya Muhammad Al-Baqir, Syiah pecah lagi menjadi 3 kelompok:
1.  Kelompokyang mengakui imamahnya Muhammad bin Al-Hasan bin Husein bin Ali bin Abi Thalibsebagai Al-Qaim dan Al-Mahdi.
2. Kelompokyang mengakui bahwa imamah sesudah wafatnya Muhammmad Al-Baqir adalah puteranyaJa’far Ash-Shadiq.
3. Al-Mughiriyah,pengikut Al-Mughirah bin Said. Yang mengklaim mendapat wasiat dari ImamAl-Baqir untuk jadi imam sampai munculnya Al-Qaim.

E.Sesudah wafatnya Ja’far Ash-Shadiq, Syiah pecah lagi menjadi 6 kelompok :
1.  Kelompokyang meyakini Imam Ja’far sebagai Al-Mahdi, disebut An-Nawusiyah.
2.  Kelomp[okyang meyakini bahwa imamah sesudah Ja’far adalah puteranya yang bernama Ismail.Mereka juga meyakini Ismail tidak mati sehingga berhasil memimpin umat, dialahsang Al-Qaim. Kelompok ini disebut Ismailiyah.
3. Kelompokyang meyakini bahwa imamah sesudah Ja’far adalah Muhammad bin Ismail binJa’far, cucu Ja’far. Menurut mereka wafatnya Ismail pada masa hidup sang ayah ,Ja’far, menunjukkan bahwa imam sesudah Ja’far adalah putera Islamil, Muhammad.Menurut mereka sesudah periode Hasan dan Husein, imamah tidak lagi berputardari kakak ke adik, tapi dari ayah ke anak. Karenanya imamah sesudah Ja’fartidak berpindah dari Ismail kepada saudaranya Abdullah dan Musa, melainkankepada putera Ismail yakni Muhammad. Kelompok ini disebut Al-Mubarakiyah.Termasuk dalam al-Ismailiyah, pengikut Abil Khattab yang popular disebut Al-Khattabiyah atau As-Sab’iyah karenameyakini bahwa jumlah imam hanya tujuh saja. Kelompok ini dikenal juga dengansebutan Al-Qaramithah.
4. Kelompokyang mengakui bahwa imamah sesudah Ja’far adalah puteranya Muhammad bin Ja’far,kemudian anak keturunannya. Kelompok ini disebut As-Sumaithiyah dipimpinoleh Yahya bin Abi as-Sumaith.
5. Kelompokyang meyakni bahwa imamah sesudah Ja’far adalah puteranya yang bernama Abdullahal-Afthah. Mereka berhujah dengan hadits yang disampaikan Ja’far bahwa imamahitu adanya pada anak tertua imam. Abdullah adalah putera tertua Ja’far dantelah memproklamirkan diri sebagai imam. Kelompok ini disebut Al-Afthiyah.
6.  Kelompokyang mengakui bahwa sesudah wafatnya Ja’far dan putera tertuanya yang lain Musaal-Kazhim, dan kemudian kepada nak keturunannya.

F. Sesudah wafatnya Musa Al-Kazhim, Syiahterpecah lagi dalam beberapa kelompok, diantaranya yang meyakini bahwa imamahsesudah Musa Al-Kazhim adalah puteranya Ali Ar-Ridha. Mereka juga meyakinibahwa imamah berhenti sampai sini. Kelompok ini disebut Al-Wakifah.

G. Sesudah wafatnya Ali Ar-Ridha, Syiahterpecah lagi dalam berbagai kelompok, diantaranya adalah yang meyakini bahwasesudah Ali Ar-Ridha imamah berpindah ke puteranya, Muhammad bin Ali, yang baruberusia 7 tahun, sehingga menimbulkan perpecahan diantara pengikutnya. Setelahwafat Muhammad bin Ali, imamah dilanjutkan oleh Al-Hasan bin Ali Al-Askari.

H. Sesudah wafatnya Al-Hasan bin AliAl-Askari, Syiah terpecah-pecah lagi menjadi 14 kelompok. Diantaranya ada yangberpendapat bahwa Al-Hasan tidak wafat, sebab ia tidak boleh mati, karena iabelum punya anak yang tampil sebagai pengganti, bumi ini tidak boleh kosongdari imamah. Beliaulah Al-Qaim, beliau kini sedang ghaib. Ada juga yangberkeyakinan bahwa Al-Hasan memang wafat, tapi ia mempunyai satu-satunya puterabernama Muhammad yang ketika ayahnya wafat ia berusia 5 tahun. Ia disembunyikanoleh ayahnya karena ia takut akan Ja’far saudara Hasan, juga terhadapmusuh-musuhnya. Dialah Al-Qaim dan Mahdi Al-Muntazar. Namun terjadi padanyaAl-Ghaibah Sugra dan Al-Ghaibah Kubra. Inilah keyakinan Syiah Itsna“Asyariyah.

Dr.Musa Al-Musawi salah seorang tokoh Syiah dalambukunya Asy-Syiah wat Tashih, Ash-Shira Baina As-Syiah wat-Tasyayu’ menyebutkanbahwa sekalipun Imam Ali meyakini keutamaannya, beliau justru menegaskan keabsahanbai’at yang beliau berikan terhadap para khalifah (Abu Bakar, Umar dan Utsman)serta pujian beliau terhadap mereka sebagaimana dilakukan umat Islam lainnya.Menurut Al-Musawi Imam Ali bahkan berpendapat tidak adanya teks penunjukan atasdirinya yang dating dari langit. Shahabat-shabat yang hidup semasadengannya-pun berkeyakinan serupa. Mereka juga berkeyakinan tidak ada yang“mencuri” khilafah dari dirinya. Itu antara lain terbukti dari ungkapan imamAli yang termaktub dalam Nahjul Balaghah yang menegaskanungkapan Ali : “Sesungguhnya saya telah dibai’at oleh kelompok yang dahulumembai’at Abu Bakar, Umar, Utsman dengan materi bai’at yang sama pula,sesungguhnya syura itu ada pada al-Muhajirin dan al-Anshar. Apabila merekabersepakat terhadap seseorang yang kemudian mereka angkat sebagai imam, mkayang demikian itukah yang diridhai Allah. Apabila sesudah itu ada yang tidakpuas dengan memunculkan fitnah atau bid’ah, mereka mengajak kepada prinsipawal, tapi bila ia enggan maka mereka akan memeranginya, karena ia telahmengikuti jalan yang bukan jalannya kaum beriman”.

Dalam sejarah dan perkembangan selanjutnya, aliran Syi’ah terpecah terutama dalam penentuan imamiah. Setidaknya dalam sejarah perkembangan Syi’ah, ada tiga sekte terbesar, yaitu.

A.  Syi’ah Dua Belas Imam atau Sekte Itsna ‘Asyariah

Di sebut  Dua Belas Imam, karena mereka meyakini bahwa yang berhak memimpin kaum muslimin hanyalah paraImam dari ahul-bait, dan mereka juga meyakini adanya 12 Imam. Dari sekianbanyak sekte dalam Syiah, sekte inilah yang paling luas pengaruhnya dan palingbanyak pengikutnya. Mayoritas mereka tinggal di Iran dan Irak. Sekte ini munculpada abad ke-3 H, akan tetapi ada juga yang menyatakan bahwa sekte ini barumuncul sesudah wafatnya imam ke-11 Hasan al-Askari dan ghaibnya imam yang ke-12Muhammad Al-Mahdi Al-Muntazar tahun 260 H. Imam menurut sekte ini adalah :
1.       Alibin Abi Thalib (600-661), dikenal dengan AmirulMukminin.
2.       Hasanbin Ali (625-669) dikenal Hasanal-Mujtaba
3.       Husainbin Ali (626-680) dikenal HusainAsy-Syahid
4.       Alibin Husain (658-713) dikenal Ali ZainalAbidin
5.       Muhammadbin Ali (676-743) dikenal Muhammadal-Baqir
6.      Ja’far bin Muhammad (703-765) dikenal Ja’far Ash-Shadiq
7.      Musa bin Ja’far (745-799) dikenal Musa al-Kadzim
8.       Alibin Musa (765-818) dikenal Ali Ar-Ridha
9.       Muhammadbin Ali (810-835) dikenal Muhammadal-Jawad atau Muhammad at-Taqi
10.    Alibin Muhammad (827-868) dikenal dengan Alial-Hadi
11.    Hasanbin Ali (846-874) dikenal Hasan al-Askari
12.    Muhammadbin Hasan (868-  ) dikenal Muhammad al-Mahdi

Menurutkeyakinan sekte ini bahwa Imam yang ke-12 yang mereka sebut Al-Qoim atauAl-Muntazar akan muncul dan sedang ditunggu-tungu. Dan pada saat kemunculannya,menurut sekte ini yang akan dilakukan oleh imam ke-12  adalah :
1). Menghunuspedang dan membunuhi orang Arab
Al-Majlisimeriwayatkan bahwa Al-Muntazar akan berjalan ditengah orang Arab sepertidisebutkan dalam Al-Jufri Al-Ahmar, yaitu membunuhi mereka. (bihar Al-Anwar,52/318). Tidak ada yang tersisa dengan orang Arab selain pembantaian. (BiharAl-Anwar 52/349) . Hati-hatilah terhadap orang Arab, karena mereka memilikikabar buruk, maka sesungguhnya tidak akan keluar seorangpun dari mereka bersamaAl-Qaim (Bihar Al-Anwar, 52/333)
2). MenghancurkanMasjidil Haram dan Masjid Nabawi
Al-Majlisimeriwayatkan : Sesungguhnya Al-Qaim akan merobohkan Masjidil Haram danMasjid nabawi sehingga rata dengan pondasinya. (Bihar al-Anwar 52/338).Al-Faidh al-Kasyani meriwayatkan : Wahai para penduduk Kufah, Allah azza wajalla telah menghadiahkan kepada kamu sekalian keutamaan yang tidak dihadiahkankepada seorangpun. Tempat shalat kamu adalah rumah Adam, rumah Nuh dan rumahIdris serta tempat shalatnya Nabi Ibrahim. Tidak akan pergi hari-hari sehinggahajar Aswad ditanam didalamnya. (Al-Wafi 1/215)
3). MenegakkanHukum Keluarga Daud
Dari AbuAbdillah : Jika Al-Qaim dari keluarga Muhammad muncul, dia akan berhukumdengan hukum Daud dan Sulaiman. (al-Ushul min al-Kafi 1/397). Al-Majlisimeriwayatkan bahwa Al-Qaim akan membawa ajaran baru, kitab yang baru dan hukumyang baru. (Bihar al-Anwar 52/354)

B. SekteZaidiyah

Sekte ini merupakan pengikut Zaid binAli bin Husain bin Abi Thalib, atau ada yang menyebutnya dengan Syi’ah Lima Imam. Sekte ini dianggapmoderat karena golongan ini tidak menganggap bahwa ketiga khalifah sebelum Alibin Abi Thalib tidak sah. Urutan Imam sekte ini adalah :
1.       Alibin Abi Thalib (600-661), dikenal dengan AmirulMukminin.
2.       Hasanbin Ali (625-669) dikenal Hasanal-Mujtaba
3.       Husainbin Ali (626-680) dikenal HusainAsy-Syahid
4.       Alibin Husain (658-713) dikenal Ali ZainalAbidin
5.       Zaidbin Ali (658-740) dikenal Zaid bin Aliasy-Syahid

C.  SekteIsmailiyyah

Disebut juga Syi’ah Tujuh Imam, karena mereka meyakinitujuh Imam, dan mereka percaya bahwa Imam ke-7 ialah Ismail. Adapun urutanImamnya adalah :
1.       Alibin Abi Thalib (600-661), dikenal dengan AmirulMukminin.
2.       Hasanbin Ali (625-669) dikenal Hasanal-Mujtaba
3.       Husainbin Ali (626-680) dikenal HusainAsy-Syahid
4.       Alibin Husain (658-713) dikenal Ali ZainalAbidin
5.       Muhammadbin Ali (676-743) dikenal Muhammadal-Baqir
6.      Ja’far bin Muhammad (703-765) dikenal Ja’far Ash-Shadiq
7.      Ismail bin Ja’far (721-755), adalah anakpertama Ja’far Ash-Shadiq atau kakak Musa al-Kadzim

Fakta historis tentang adanya perbedaan pendapat bahkanperselisihan internal Syi’ah dalam penentuan Imam dikalangan Syi’ah. Olehkarena itu Fakhruddin ar-Razi mengatakan : “Ketahuilahbahwa adanya perbedaan yang sangat besar tersebut, merupakan bukti kongkrettentang tidak adanya wasiat teks penunjukkan yang jelas dan berjumlah banyaktentang Imam yang dua belas seperti yang mereka klaim itu”.

Ada juga sementara kalangan yang merumuskan kategorisasiSyi’ah menjadi tiga golongan, yaitu :
1. Syi’ah Ghulat, yaitugolongan yang diantara fahamnya bahwa Jibril itu sudah salah alamatmenyampaikan wahyu, yang seharusnya kepada Ali bin Abi Thalib. Bahkan golonganini sampai menuhankan Ali bin Abi Thalib.
2.Syi’ah Rafidhah,yaitu golongan yang melakukan penghinaan, pelecehan, penistaan terhadap parashahabat, termasuk sebagian istri Nabi saw. Syi’ah ini ada yang memberikanistilah ahlu al-bida’ wa al-ahwa.
3. Syi’ah Mu’tadilah(moderat), yaitu golongan yang lebih mengutamakan Ali bin Abi Thalib diataspara shahabat yang lain.


PERISTIWA GHADIR KHUM

Ghadir Khum adalah sebuah kebun yang terletak antarakota Makkah dan Madinah tepatnya di dekat Juhfah. Peristiwaini terjadi sepulang dari Haji Wada’ sebelum wafatnya Nabi kira-kira 3 bulan. Jarakantara keduanya adalah lebih kurang 200 mil.

Dalam kejadian sejarah menurut tradisi syiah,tempat ini menjadi terkenal sebagai tempat penobatan Ali bin AbuThalib sebagai Wali dan Khalifah Ar-Rasyidin yang dilakukanoleh Nabi Muhammad saw,yang terjadi setelah Haji Wada' lebih kurang pada tanggal 18 Zulhijjah, tahun10 Hijrah (kurang lebih 15 Mac 632 Masihi).

Menurutriwayat dari Al-Ya'kubidalam kitab Tarikh-nya Jilid II Menyebutkan suatu peristiwa sebagai berikut.

Dalam perjalan pulangke Madinah seusai menunaikan ibadah haji (Hijjatul-Wada'),malam hariRasulullah saw bersama rombongan tiba di suatu tempat dekat Jifrah yangdikenali denagan nama "GHADIR KHUM." Hari itu adalah hari ke-18bulan Zulhijjah. Beliaukeluar dari kemahnya kemudia berkhutbah didepan jamaah sambil memegangtangan Imam AliBin Abi Talib r.a.Dalam khutbahnya itu antara lain beliauberkata : "Barang siapamenanggap aku ini pemimpinnya, maka Ali adalah pemimpinnya.Ya Allah, pimpinlahorang yang mengakui kepemimpinannya dan musuhilah orang yang memusuhinya"

GolonganSyiah yakin bahwa Nabi telah mengangkat Ali menjadi imam di sebuah tempat airyang disebut Khum. Maka jadilah peristiwa ini disebut sebagai peristiwa ghadirkhum. Syiah yakin bahwa Nabi mengangkat Ali menjadi imam, dan kaum muslimintelah membaiat Ali. Tapi yang terjadi adalah sahabat berkhianat pada baiatGhadir Khum, dan mengangkat Abubakar menjadi khalifah.

Dan syiah menganggap hari Ghadir Khum adalahhari raya terbesar dalam Islam. Ghadir Khum lebih besar dari hari raya IdulFitri dan Idul Adha. At Thusi menyebutkan dalam Tahdzibul Ahkam, jilid 6 hal 24bahwa: Hari raya ghadir adalah hari rayayang paling agung di alam ini. Bukan hanya di bumi, tapi di alam semesta. Bukanhanya untuk kaum muslimin, tapi untuk seluruh manusia dengan berbagai agama dankepercayaannya. Hari raya ghadir adalah hari raya teragung di jagad raya ini. 

Yang lebih parah lagi, Majlisi meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihiwasallam pernah bersabda: hari Ghadir Khum adalah hari raya terbaik umatku.Lihat Biharul Anwar jilid 37 hal 109. 
Majlisi meriwayatkan dari perawi Sulaim bin Qais, bahwa surat Al Maidah ayat 3 yangberbunyi:
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepada munikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.

Adalah turun setelah Nabi mengangkat Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah di Ghadir Khum. Nabi saw. bersabda setelah turunnyaayat ini: Allahu Akbar atas kesempurnaanagama dan nikmat, dan Allah meridhai risalahku dan kepemimpinan Alisepeninggalku. Biharul Anwar jilid 37 hal 195. Padahal ayat itu turun dipadang Arafah, bukan di Ghadir Khum.

Bahkan dalamkitab syiah juga memuat riwayat keutamaan hari raya ghadir khum, sepertidibawah ini :

DariAbdurrahman bin Salim, dari ayahnya: aku bertanya pada Abu Abdillah : apakahkaum muslimin memiliki hari raya selain hari Jum’at, Idul Adha dan Idul Fitri?Abu Abdullah menjawab: ya, hari raya yang lebih besar kehormatannya. Akubertanya: hari raya apakah itu, semoga diriku dijadikan tebusanmu? Abu Abdullahberkata: hari saat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melantik AmirulMukminin, dan berkata: siapa yang menjadikan aku sebagai khalifahnya, maka Aliadalah khalifahnya. Aku bertanya: hari apakah itu? Abu Abdillah menjawab: apayang kamu akan perbuat dengan hari, hari-hari setahun adalah berulang, tetapihari itu adalah hari 18 Dzulhijjah. Aku bertanya: Apa yang sebaiknya kamilakukan di hari itu? Abu Abdullah berkata: kalian berdzikir pada Allah di hariitu dengan berpuasa, beribadah dan menyebut Muhammad dan keluarga Muhammad. DanRasulullah shallallahu alaihi wasallam mewasiatkan pada Ali agar menjadikanhari itu sebagai hari raya. Begitu juga para Nabi, mereka berwasiat pada washimereka masing-masing, lalu menjadikan hari itu sebagai hari raya. AlKafi jilid 4 hal 149, Al Wasa’il jilid 10 hal 44.

Al Mufid dan Abu Ja’far Ibnu Babawaih AlQummi, serta Abu Ja’far At Thusi meriwayatkan dari Ja’far As Shadiq bahwa amalibadah pada hari Ghadir, 18 Dzulhijjah setara amalan 80 bulan. TsawabulA’mal hal 100.

Dandalam hadits lain dari Abu Abdullah berkata: berpuasa pada hari ghadir khummenghapuskan dosa 60 tahun. Tsawabul A’mal hal 100. Tahdzib jilid 4 hal305, Al Faqih: jilid 2 hal 90, Al Khishal hal 264, Al Wasa’il jilid 10 hal 442.

Tapi sepertinya Ali dan paraimam menyelisihi wasiat  Nabi ini, karenatidak ada yang pernah merayakan hari raya ini. Ali bin Abi Thalib tidak pernahmerayakannya.

Berbeda dengan syiah, merekamengadakan amalan khusus pada hari raya ghadir ini, dengan berdasar padakitab-kitab mereka. Jika dalam kitab mereka ada riwayat-riwayat keutamaannya,sudah tentu ada riwayat yang menjelaskan adab-adab hari itu. Tapi Ali bin AbiThalib tidak pernah merayakan itu. Begitu juga Hasan dan Husein. Lalu dari manariwayat itu berasal? Kita yakin syiah sendiri tidak bisa menjawab. Itulahpandangan syiah tentang ghadir khum.

Bersambung >>>>

MENGENAL SYI'AH ; SEJARAH, AJARAN, KEYAKINAN DAN PERKEMBANGANNYA DI INDONESIA (Bag-1)


Oleh : Abu Alifa Shihab

PENDAHULUAN

Dalam sejarah tercatat bahwa Persia kuno terdapat sebuah imperium besar, yaitu imperium Persia Raya. Salah satu kota terbesarnya adalah Mada’in. Wilayah Persia sekarang disebut Iran. Ada beberapaciri khusus imperium Persia.  

Pertama, sejarahnya dipenuhi oleh peristiwa kudeta dan perang saudara, sering terjadiperang dan revolusi perebutan kekuasaan antar putra mahkota.

Kedua, kepercayaan dan ritual keagamaan banyak dipengaruhi oleh Yahudi, Kristen dan Budha. Sehingga sebagian ulama mengatakan bahwa sesungguhnya Syi’ah adalah bibit yang berasal dari Kristen, yang ditanam oleh Yahudidiladang Majusi.

Ketiga, penokohan dan pengkultusan yang kuat dan berlebihan terhadap pemimpin, bagi rakyat Persia. Sehingga pengkultusan Syi’ah terhadap ahlul-bait adalah warisan aqidah
Majusi.

Selain itu,aliran keagamaan berkembang sangat pesat di Persia, seperti Majusi. Sedangkan agama Majusi memiliki dua sifat khas. (Yaitu) Pertama, bergerak secarasirriyah, yaitu sembunyi (dalam Syi’ah dikenal taqiyyah nanti dibahas dalam sesi beikutnya tentang penyimpangan Aqidah Syi’ah).Kedua, meyakini mut’ah sebagai ritual suci, pembersih dosa. Oleh karena ituSyaikh Dr. Abdullah Al-Gharib berkesimpulan, bahwa aqidah dan siasat politikyang diperankan oleh Syi’ah sekarang (seperti Iran), merupakan warisan danpengembangan dari ajaran majusi kuno (waja’adauru al-majus, hal.48)

Sebenarnya awal pergesekan antara umat Islam dengan imperium Persia telah ada sejak eraNabi Muhammad saw, ketika beliau mengirim surat melalui shahabat Abdullah bin Hudzaifah ke Kisra bin Hurmudz, yangmenjadi raja Persia saat itu. Waktu itu sang raja merobek-robek surat yangditerimanya dihadapan shahabat yang mengirimnya.

Kemudian gesekan kedua umat Islam denganPersia terjadi pada masa khalifah Umar ibn Khathab, saat Persia dipimpin olehraja Yazdajrid. Dua panglima Persia, Rustum dan Hurmudzan terkenal sebagaipanglima andalan raja. Tetapi umat Islam yang waktu itu dipimpin oleh Sa’adbiin Abi Waqash berhasil menaklukan Persia dilembah Qadisiyah. Rustum, panglimayang terkenal gagah itu tewas dilembah ini. Sedangkan Hurmudzan sempatmelarikan diri, namun ia tertangkap oleh pasukan muslimin. Ia pura-pura masuk Islam. Kelak, dialah otak dan dalang pembunuhan terhadap khalifah Umar ibnKhathab.


MUNCULNYA KELOMPOK SYI’AH 

Sebagian ahliberpendapat, bahwa awal munculnya Syi’ah ada yang mengaitkan diakhir masapemerintahan khalifah Ustman bin Affan atau awal masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib. Tetapi yang paling mashur Syi’ah muncul dan lahir pasca gagalnya perundingan antara pihak pasukan Ali bin Abi Thalib dengan pihak Mu’awiyah bin Abi Sufyan di Siffin yang lebih popular dengan peristiwa At-Tahkim(arbitrasi). Akibat perundingan itu, sejumlah pasukan Ali menentang bahkankeluar memisahkan diri. Mereka lebih terkenal dengan sebutan khawarij (orang-orang yang keluar daribarisan Ali). Sebagian besar tetap mendukung dan setia kepada khalifah sebagai Syi’ah Ali (pengikut/pendukung Ali).

Pada awal munculnya, tasyayu’ (dukungan) kepada Ali hanyalah merupakan gerakan politik. Penggunaan term Syi’ah dimasa Khalifah Ali raberkonotasi setia dan membela, tidak ada akidah khusus sebagaimana pada Syiahsaat ini.

Pasca peristiwa tahkim atau arbitrase antara Alidan Mu’awiyah, posisi Khalifah Ali semakin lemah dan sempit, terutama sekali sesudah penumpasan pasukan Ali terhadap kaum Khawarij di Nahrawan, telahmendorong mereka untuk membentuk pasukan berani mati yang terdiri dari :Abdurrahman bin Muljam untuk membunuh Ali di Kuffah, Hajaj bin Abdillahas-Sarimi untuk membunuh Muawiyah di Damaskus, dan Zadawih untuk membunuh Amrbin Ash di Mesir. Akan tetapi dua petugas yang disebut terakhir gagal mencapaimaksudnya, dengan demikian posisi Muawiyah semakin kuat.

Kelahiran Syiah sebagai suatu aliran keagamaan yang bersipat pilitis secara utuh, dilihatdari aspek ajaran atau doktrin politiknya, yakni tentang legitimasike-khalifahan ada pada keturunan Ali dengan Fathimah, putri Rasulullah saw.bermula sejak munculnya tuntutan penduduk Kuffah pendukung Ali, agar masalahke-khalifahan dikembalikan kepada Ahlul-Bait. Yangdimaksud dengan Ahlul-Bait  oleh Syiah hanya dibatasi kepadaAli, Fathimah, Hasan, Husein dan keturunan Husein. Mereka tidak menganggap paraistri Nabi saw, putra-putra Ali selain Hasan dan Husein, saudara-saudaraperempuan Fathimah seperti Ruqayah, Ummu Kultsum dan Zainab, begitu pulaketurunan Hasan bin Ali sebagai Ahlul-Bait.  Dengan demikianlahirnya Syiah pada dasarnya bersamaan waktunya dengan pengangkatan Hasan binAli bin Abi Thalib sebagai Imam kaum Syiah. Pada masa ini posisi kaum Syiahsemakin goyah karena derasnya fitnah, perselisihan dan perpecahan dikalanganmereka yang sengaja ditanamkan oleh golongan Syabaiyyah pengikut Abdullah binSaba. Lemahnya kepemimpinan Hasan bin Ali menjadi factor yang mempersulit kaumSyiah. Usaha Hasan menumpas Syabaiyyah dan menentang pemerintahan Muawiyah,membuat banyak pendukung meninggalkannya dan berpaling kepada Muawiyah,sebagian bergabung dengan Syabaiyyah dan Khawarij. Akhirnya Hasan bin Alimemilih jalan damai dengan mengundurkan diri dari jabatan sebagai khalifah padatahun 41H/661M. Sesudah Hasan bin Ali wafat diangkatlah saudaranya (yakni)Husein bi Ali sebagai Imam. Putera Ali kedua ini tampak memiliki semangat dandaya juang seperti bapaknya, namun saying ia harus tewas diujung pedang tentaraYazid bin Muawiyah di padang Karbala secara memilukan pada tanggal 1 Oktober680 M.

Perubahan corak Syiah dari politik murni menjadi gerakan keagamaan antara laindipengaruhi oleh kedengkian Yahudi dan Majusi (Persia) terhadap Islam. KarenaIslam-lah yang telah menghancurkan dan mencabut akar-akar Yahudi dari jazirahArab, negeri yang dianggap sangat penting bagi Yahudi, mereka telah lamamenetap di Madinah dan Syan’a (Yaman) dan sebagian ujung-ujung jazirah Arab.Adapun Persia, mereka adalah bangsa kaya dan pernah berkuasa atas bangsa-bangsalain termasuk bangsa Arab. Persia yang besar kerajaannya, kewibawannya tidakruntuh ditangan bangsa Romawi ataupun Mongol, tapi justru jatuh ditangan kaummuslimin yang berjumlah relative kecil dimasa kehkalifahan Umar Ibn al-Khathabra.

Keinginan mengobarkan dendam lama nampak dari ucapan Imam Khomaeni : “…Sesungguhnya aku mengatakan dengan keberanian bahwa bangsa Iran (dulu Persia) dengan jumlahjutaan pada saat ini lebih utama dari pada bangsa Hijaz dimasa Rasulullah saw dan dari bangsa Kufah, Irak pada masa Amirul Mukminin Al-Husein bin Ali (Al-WashiyahAl-Ilahiyah hal.16).

Seorang orientalis Inggris Dr.Brown yang cukup lama tinggal di Iran untuk studi kesejarahan dalamTarikh Adabiyat Iran jilid 1 hal 217 mengatakan: “… Diantara factor terpenting yang menyebabkan permusuhan pendudukIran terhadap khalifah Ar-Rasyid kedua, Umar adalah karena dialah yang telahmenaklukan Negara-negara non-Arab dan telah meruntuhkan kekuatan mereka. Hanyasaja permusuhan mereka dibungkus dengan baju agama dan madzhab”. Dibagian lain dia menjelaskan bahwa kebencian mereka kepada Umar bukan karenamerampas hak-hak Ali dan Fathimah, melainkan karena dialah yang telah menaklukan Iran dan menumbangkan dinasti Sasaniyah. Kemudian diamenukil sebuah Syair lagu Persia : “Umar telah mematahkan punggung-punggung singa yang ganas dikandangnya dan telah mencabut keluarga Jamsyid (raja terbesar dari Persia), bukanlah pertentangan itu karena iamerampas hak Ali, tetapi dendam lama ketika ia menaklukan Persia. (ibid,jilid 4 hal 49)

Setelah bertemunya kepentingan Sabaiyyah dan Majusiyah, mereka menggunakan maker dengan mengeksploitasi terbunuhnya Ali bin Abi Thalib ra dan Husein bin Ali bin Abi Thalib, kemudian membubuinya dengan fatwa-fatwa yang dinisbatkan kepada Ali binAbi Thalib dan keluarganya untuk kemudian membawa agama baru yang berdirisendiri. Memiliki akidah dan syariah yang berbeda atau berpisah dari Islam,yang dibawa oleh As-Shadiq Al-Amin Muhammad saw. Maka dengan demikian tasyayu’ (dukungan)dibangun dan berdiri diatas ucapan-ucapan dan perbuatan para Imam. Jikaditentang dengan ucapan atau perbuatan Imam itu sendiri yang dimuat dalam kitabmereka, dengan ringan mereka menjawab “Itu kan Taqiyyah”. Jikaditentang dengan Al-Quran, mereka menjawab “Al-Quran yang ada telahdiubah dan diganti”. Jika dibantah dengan Sunnah yang shahih, merekadengan mencibir berkata “Itu riwayat dari orang-orang yang murtad”.

Syi’ah pada era kehkalifahan Ali lebih kepada pembelaan dan dukungan dalam aspek siyasah (politik), tetapi setelah Abdullah bin Saba seorang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam, Syi’ah menjadi sebuah keyakinan.  Abdullah bin Saba’  (Ibn Sauda) adalah seorang Yahudi berasal dari Shan’a, Yaman yang datang ke Madinah kemudian berpura-pura setia kepada Islam pada masa Khilafah Utsman bin Affan Bahkan sebagian memandang diayang sesungguhnya mempelopori kudeta berdarah dan melakukan pembunuhan kepadakhalifah Utsman bin Affan, yang kemudian mengkultuskan Ali bin Abi Thalib.

Al-Qummy (seorang Syi’i) mengaku dan menetapkan akan adanya Abdullah bin Saba ini, dan menganggapnya orang yang pertama kali menobatkan keimaman Ali bin AbiThalib, serta akan munculnya kembali (sebelum qiamat), disamping ia jugatermasuk orang yang pertama mencela Abu Bakar, Umar, Ustman dan para shahabatlainnya. Hal ini sesuai dengan pandangan Ash-Shahrastany yang menyebutkan bahwaAbdullah bin Saba meupakan orang yang pertama kali memunculkan pernyataankeimaman Ali dengan adanya wasiat. Beliau juga menyebutkan tentang Saba’iyyah (pengikut Ibnu Saba) bahwa iaadalah sekte pertama yang menyatakan tentang hilangnya imam mereka yang keduabelas dan nanti akan muncul kembali.

Dapat disimpulkan bahwa pernyataan tentang ke-imaman Ali bin Abi Thalib dan kekhalifahannya dengan adanya wasiat langsung dari Nabi saw adalah peninggalanyang diwaristkan oleh Ibnu Saba. Setelah itu Syi’ah berkembang biak menjadibeberapa sekte, dengan berbagai macam ideology yang banyak sekali.

Jelaslah bahwa Syi’ah membuat ideologi-ideologi baru seperti adanya wasiat kekhalifahan Ali bin Abi Thalib, dan munculnya kembali imam mereka yang ke-12 dikemudianhari. Hilangnya imam dan penuhanan terhadap para imam mereka adalah bukti pengekoran kepada Abdullah bin Saba seorang Yahudi.

Diantara isu-isu (baca : doktrin) yang disebarkan oleh Abdullah bin Saba’ padasaat itu antara lain:

1.       BahwaAli bin Abi Thalib R.A telah menerima wasiat sebagai pengganti Rasulullah saw.(An Naubakhti , firaq As Syi’ah, hal. 44)
2.       BahwaAbu Bakar, Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan R.A. adalah orang-orangzhalim, karena telah merampas hak khilafah Ali R.A. setelah wafatnya Rasulullahsaw Umat Islam saat itu yang membai’at ketiga khilafah tersebut dinyatakankafir. (An Naubakhti, op cit, hal.44)
3.       BahwaAli bin Abi Thalib adalah pencipta semua mahluk dan pemberi rezeki. (IbnuBadran, Tahdzib al Tarikh al Dimasyq, Juz VII, hal. 430)
4.       BahwaNabi Muhammad saw akan kembali lagi ke dunia sebelum hari kiamat, sebagaimanakepercayaan akan kembalinya Nabi Isa A.S. (Ibnu Badran, op cit, juz VIII, hal.428)
5.       BahwaAli R.A. tidak mati, melainkan tetap hidup di angkasa. Petir adalah suaranyaketika marah dan kilat adalah cemetinya. (Abd. Al Thahir Ibnu Muhammad AlBaghdadi, Al Firaq Baina Al Firaq, hal. 234)
6.       Bahwaruh Al Quds berinkarnasi ke dalam diri para Imam Syi’ah . (Al Bad’u wa AlTarikh, juz V, hal. 129, th 1996). [lipi Makassar]


Bersambung ....!

Jumat, 09 Mei 2014

ISRA MI'RAJ ANTARA RUH DAN JASAD


Tanya : Bismillah… pak ustadz Abu Alifa, apakah benar Nabi saw Isra’ Mi’raj naik kendaraan “Buraq”. Kemudian apakah Nabi saw Isra’ Mi’raj itu ruhnya saja (dalam mimpi) atau ruh dan jasad beliau yang pergi itu! Wassalam NTA

Jawab : Bismillah … Meyakini terjadinya peristiwa Isra’ dan Mi’raj merupakan bagian dari keimanan kita kepada Rasulullah saw. Bentuk keimanan pada dasarnya terletak pada sesuatu diluar nalar manusia melalui wahyu yang disampaikan oleh para Rasul-Nya. Bentuk keimanan seseorang belum memadai manakala sebagian yang diberitakan dan diajarkan didustainya.

Dalam shahihain (Bukhary dan Muslim) dalam melakukan Isra’ Mi’raj, Nabi disertai oleh para malaikat yang dipimpin oleh Malaikat Jibril as, dengan kendaraan buraq termasuk hewan ghaib yang menyerupai kuda hanya lebih kecil, namun lebih besar dari keledai.  Dalam mi’raj-nya Nabi saw ditemani Jibril menempuh beberapa (tingkatan) langit. Dan pada tingkatan langit itu Nabi berjumpa dengan beberapa Nabi, diantaranya Nabi Adam, Nabi Yahya dan Isa, Nabi Yusuf, Nabi Idris, Nabi Harun, Nabi Musa dan Nabi Ibrahim ‘alaihimus-salam.

Mengenai ruh dan jasad Nabi saw pada saat Isra dan Mi’raj, memang ada perbedaan.  

Pertama, bahwa Isra’  Mi’raj-nya Nabi hanya berupa Ruh saja. Hal ini didasarkan keterangan (riwayat) yang disandarkan kepada Siti Aisyah ra  yang berkata :

“…Jasad Rasulullah tidak pernah hilang, akan tetapi Allah meng-isra’kannya dengan ruh“.


Disamping riwayat diatas ada beberapa riwayat yang mengatakan bahwa Isra Mi’raj Nabi saw adalah mimpi yang benar.

Keterangan mengenai Nabi saw Isra’ Mi’raj hanya dalam bentuk ruh dan mimpi tercatat dalam kitab-kitab Sirah Nabawiyah seperti karya Ibn Hisyam, Ibn Ishaq dan Ibn Katsir.

Kedua, Isra’ dan Mi’raj Nabi saw terjadi pada ruh dan jasad. Hal ini didasarkan pada firman Allah swt (QS.Al-Isra ayat 1) yang dalam ayat tersebut menggunakan kalimat “‘abdun” (hamba) yang  tentu mencakup ruh dan jasad. Disamping itu dipergunakannya kendaraan yang dipakai Nabi, inipun membuktikan bahwa ruh dan jasad Nabi yang pergi. Jika hanya mimpi atau ruhnya saja, maka bentuk kemu’jizatan tidak terlihat, sebab mimpi adalah hal yg biasa.

Adapun mengenai riwayat diatas, para ulama tafsir maupun ulama hadits menolak, sebab riwayat tersebut tidak shahih. Dengan demikian sebagai sebuah mu’jizat dan diperlukan keimanan untuk mempercai peristiwa itu, maka Isra dan Mi’raj Nabi terjadi secara ruh dan jasad dan dalam keadaan terjaga bukan mimpi. Allohu A’lam

Selasa, 29 April 2014

DIHADAPKAN KE ARAH QIBLAT SAAT MENYEMBELIH


Tanya : Ustadz mau bertanya mengenai mengarahkan hewan ke qiblat saat disembelih. Apakah hal ini wajib atau bagaimana? Samsul A

Jawab : Bismillah… sampai saat ini secara pribadi saya belum mendapatkan perintah dari Nabi saw bahwa saat menyembelih wajib dihadapkan hewan itu kearah qiblat, sebagaimana perintah wajibnya shalat menghadap qiblat. Akan tetapi dari perbuatan para shahabat, bahwa hal tersebut (dihadapkan hewan ke qiblat saat disembelih) hanya merupakan keutamaan atau anjuran saja.


عن نافع أن ابن عمر كان يكره أن يأكل ذبيحة ذبحه لغير القبلة  

Dari Nafi’, sesungguhnya Ibnu Umar tidak suka memakan daging hewan yang disembelih dengan tidak menghadap qiblat (Riwayat Abdur Razaq no 8585 dengan sanad yang shahih)

عن ابن سيرين قال : كان يستحب أن توجه الذبيحة إلى القبلة
 

Dari Ibnu Sirin (seorang tabiin) beliau mengatakan, “Dianjurkan untuk menghadapkan hewan sembelihan ke arah qiblat” (Riwayat Abdur Razaq no 8587 dengan sanad yang shahih).


Dengan demikian hewan dihadapkan kearah qiblat saat disembelih merupakan anjuran (sunnat) saja. Allohu A’lam